Malam itu aku terbangunkan olehnya. Dia yang baru saja hadir dalam mimpiku. Dalam mimpi itu dia tersenyum padaku dan memegang tanganku. Dia berkata, "Bila, aku sungguh mencintaimu".
Kalimat itu terus mengiang dipikiranku sampai saat ini. Hatiku tidak bisa tenang. Lalu kuambil handphone-ku untuk menanyakan kabarnya. Namun hingga sore ini dia tak kunjung membalasnya. Jika sampai malam pesanku tidak dibalas olehnya, aku akan menelponnya.
Falah. Dia adalah pujaan hati semua cewek se-sekolahku. Dia adalah cowok terganteng di semua angkatan sekolahku. Sebut saja nama sekolahnya, SMP Cibatok. Semua cewek ingin mendapatkan hatinya, termasuk diriku sendiri. Dia kelas 8, satu angkatan denganku. Dia memiliki kepribadian yang sangat sempurna. Pintar, soleh, cerdas, dan sering menjuarai lomba yang mewakili sekolah kami. Dia adalah ketua OSIS. Juara kelas, berwibawa, berkepribadian pemimpin, dan muslim yang taat. Dia sungguh cowok pujaan semua remaja.
Hingga malam ini dia belum juga membalas pesanku. Makin lama aku tidak mendengar kabarnya, makin resah perasaan hatiku. Aku memang bukan pacarnya. Aku hanyalah orang yang mengaguminya. Merasakan cinta kepadanya tanpa meraskan cintanya kepadaku.
Saat aku hendak akan meneleponnya, dering SMSku berbunyi. Aku langsung membuka pesan. Ternyata itu adalah pesan dari nomor seseorang. Hatiku sungguh melayang. Seakan cinta berterbangan bagai kapas yang ditiup oleh kipas angin. Tubuhku apung-apungan, hatiku ajrut-ajrutan. Hanya perasaan cinta kepada Falah yang semakin berdetak. Setelah kubuka pesannya, ternyata isinya "De, tolong beliin Mamah pulsa, tolong!! Darurat!! Sekarang Mamah lagi di Jakarta lagi sibuk. Mamah gak sempet buat beli pulsa. Jadi tolong isiin yah".
"ihh" Kataku kesal.
Aku kira itu pesan dari Falah. Taunya itu dari penipu. Aku tau itu penipu karena sebenarnya Ibuku sedang menonton sinetron televisi di ruang keluarga. Mana mungkin Ibuku bisa di Jakarta.
Aku langsung menghapus pesan itu dan langsung menelpon Falah. Teleponku langsung diangkat. Terdengar yang mengangkat telponku adalah seorang cewek. aku baru ingat bahwa ini adalah malam minggu. aku curiga mungkin dia bersama pacarnya dan handphonenya sedang dipegang oleh pacarnya.
Aku sungguh kaget mendengarnya. Aku tidak tau sejak kapan dia punya pacar baru. Yang aku tau hari senin kemarin dia masih jomblo.
"Aku jomblo". Ucap Falah saat pengumuman upacara hari senin.
Semua orang mengira bahwa dia akan mengumumkan sesuatu hal tentang program OSISnya. Setelah dia pegang mic, ternyata yang dia katakan adalah bahwa dia jomblo, bukan pengumuman tentang program OSISnya. Sungguh aneh kelakuan Falah. Tapi sikapnya yang seperti itu justru membuat cewek-cewek semakin suka padanya karena faktanya cewek itu paling suka terhadap cowok yang humoris.
sungguh remuk perasaan hatiku. Muruluk remuk bagai bubuk gorengan. Aku bingung harus berkata apa lagi. Yang jelas, malam itu pacarnya Falah mengatakan kepadaku; "Maaf nomor yang ada tuju sedang tidak aktif. Cobalah hubungi beberapa saat lagi". Hatiku sungguh sakit. Harapanku hilang. Hidupku hancur.
-End
0 komentar:
Posting Komentar